Gerbang Kampus

Selamat datang di kampus Universitas Nusa Cendana, Kampus Baru, Jl. Adisucipto, Penfui, Kupang, NTT.

Rektorat Undana

Gedung Rektorat Undana tempat rektor, para pembantu rektor, para kepala biro dan jajarannya berkantor.

Kehidupan Kampus

Kampus Undana menyediakan fasilitas untuk mendorong mahasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan kampus.

Praktikum Laboratorium

Undana menyelenggarakan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi yang didukung dengan fasilitas memadai, di antaranya laboratorium.

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana

Setiap tahun Undana mewisuda lulusan sarjana dan pascasarjana dari berbagai bidang ilmu dan pendidikan profesi.

Tampilkan postingan dengan label seminar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seminar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2015

PR IV Memimpin Delegasi Undana Menghadiri 2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit di Denpasar, Bali

Sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan pendahuluan pada Februari 2015, diselenggarakan 2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security Summit pada 21-22 Mei 2015. Pertemuan tingkat tinggi bilateral tersebut diselenggarakan oleh Plant Biosecurity Cooperative Research Centre (PBCRC), Australia, bekerjasama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Mahasaraswati (Unmas), Universitas Satya Wacana (UKSW), serta Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dan The Pacific Institute, dengan Unmas dan Kopertis Wilayah VIII sebagai tuan rumah. Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menggalang kerjasama yang lebih erat antara pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang pertanian dalam 4 tahun ke depan hingga 2019 dengan memperkuat ketahanan hayati tumbuhan (plant biosecurity) melalui pengembangan jejaring kerjasama ketahanan hayati global. Acara pertemuan dilaksanakan di Aula Kantor Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli, Banjar Tembau, Penatih, Denpasar, Bali.

Pertemuan tingkat tinggi bilateral tersebut diharapkan merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dirintis sejak 2008 dengan melakukan penelitian mengenai berbagai aspek ketahanan hayati di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada dosen dan aparat pemerintah daerah untuk melanjutkan studi pada tingkat S2 dan S3 di perguruan tinggi di Australia dan Indonesia. Sebagai kelanjutan dari kerjasama tersebut, pertemuan bilateral tingkat tinggi kali ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen kebijakan berbasis penelitian yang disebut ‘Thought Leadership Paper (TLP)’. Dokumen ini akan memberikan kerangka strategi bagi penguatan ketahanan hayati pertanian di Indonesia, khususnya pengembangan jejaring ketahanan hayati pertanian kawasan timur Indonesia. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerjasama bilateral strategis bagi pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang ketahanan hayati dan ketahanan pangan yang diharapkan akan berlangsung sampai pada 2018 melalui kegiatan penelitian yang akan didukung oleh PBCRC. Informasi mengenai latar belakang pertemuan tingkat ini dapat diperoleh dari Kerangka Acuan Kegiatan.


Pada pertemuan tingkat tinggi tersebut, delegasi Undana dipimpin oleh Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., dengan anggota Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc., dan Remi L. Natonis, SP, MSi. Sesuai dengan kesepakatan, setiap universitas pelaksana berkewajiban menyusun dan menyajikan makalah TLP dengan topik sebagai berikut:
  • Universitas Nusa Cendana: prakarsa ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan memberikan peringatan dini (early warning) dan melakukan deteksi efektif (effective detection) dalam menghadapi ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan;
  • Universitas Kristen Satya Wacana: integrasi kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan hayati (biosecurity policy integration) antar sktor pemerintahan, khususnya kebijakan mengenai karantina;
  • Universitas Sam Ratulangi: kaitan antara keanekaragaman hayati (biodiversity) dengan ketahanan hayati dalam mengamankan pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya guna mengurangi kehilangan hasil sepanjang rantai produksi dan distribusi pangan; dan
  • Universitas Mahasaraswati: pengembangan ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan melalui pendidikan dan latihan (education and training).
Makalah TLP yang disusun dan disajikan Undana berjudul Science and technology initiatives: Use of ICT to enhance detection and early warning of threats to biosecurity, biodiversity, and food security (Prakarsa ilmu dan teknologi: Penggunaan TIK untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan peringatan dini ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan). Dalam makalah tersebut diuraikan kemajuan yang telah dicapai dalam ilmu dan teknologi untuk melakukan deteksi dan peringatan dini hama, penyakit, dan gulma yang mengancam ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan. Namun kemajuan ilmu dan teknologi tersebut baru dapat dinikmati oleh negara-negara maju, sedangkan negara-negara sedang berkembang menghadapi kendala sumberdaya, baik sumberdaya manusia, infrastruktur, maupun pembiayaan. Oleh karena itu, kesenjangan itu perlu dijembatani, antara lain dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan penggalangan partisipasi masyarakat. TIK yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah mikroskop jarak jauh (remote microscope) untuk menghbungkan universitas di Indonesia dengan PBCRC dan FrontlineSMS untuk menghubungkan universitas dengan masyarakat di sekitarnya. Mikroskop jarak jauh memerlukan jaringan Internet untuk mengoperasikan, sedangkan FrontlineSMS memerlukan hanya sebuah komputer notebook dan telepon seluler untuk menghubungkan masyarakat dengan universitas. Makalah TLP tersebut dipresentasikan oleh I Wayan Mudita pada sesi terakhir hari kedua.

Penggunaan Internet sebenarnya sudah sangat luas di Indonesia. Hampir setiap instansi pemerintah dari pusat sampai kabuopaten mempunyai website. Tetapi website tersebut pada umumnya masih digunakan lebih sebagai sarana unjuk diri, belum untuk kepentingan pelayanan masyarakat. Hal ini sangat berbeda dengan website di negara-negara maju, yang telah menggunakan website untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di negara-negara maju, bukan hanya pemerintah melainkan juga banyak lembaga non-pemerintah yang membangun website untuk memberikan pelayanan, di antaranya memberikan informasi mengenai hama, penyakit, dan gulma. Coba misalnya kunjungi website Pest and Disease Image Library (PaDIL) yang dibangun oleh PBCRC untuk memberikan informasi gratis mengenai hama dan penyakit serta Invasive Species Compendium yang dibangun oleh CABI dan Global Invasive Species Compendium yang dikelola oleh the Invasive Species Specialist Group (ISSG) dari the IUCN Species Survival Commission.untuk memberikan informasi gratis mengenai spesies invasif. Pemerintah Indonesia seharusnya dapat membangun website semacam itu dengan memanfaatkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia, tetapi entah mengapa hal tersebut tidak dilakukan. Sumberdaya dalam jaringan mengenai keanekaragaman hayati dapat diperoleh antara lain dari Island Biodiversity and Invasive Species (IBIS).

Oleh karena itu, universitas perlu memprakarsai pembangunan website semacam itu untuk memberikan layanan deteksi dan peringatan dini ancaman terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan. Dengan tersedianya website semacam itu, universitas dapat memberikan layanan deteksi dan peringatan dini kepada petani di perdesaan dengan menggunakan layanan FrontlineSMS dan kepada petani di sekitar perkotaan dengan menggunakan layanan Ushahidi. Layanan FrontlineSMS dan Ushahidi yang tersedia gratis tersebut dapat digabungkan dengan layanan sistem informasi geografik dalam jaringan seperti Google Maps, Bing Maps, OpenStreetMap, dsb., yang juga tersedia gratis, dan layanan identifikasi semacam IDtools dan Delta Keys untuk memberikan informasi mengenai sebaran hama, penyakit, dan gulma. Tersedianya layanan semacam itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas deteksi dan peringatan dini terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan yang sampai saat ini masih sangat rendah. Informasi yang diperoleh dari masyarakat petani dapat ditindaklanjuti dengan menggunakan mikroskop jarak jauh guna melakukan identifikasi terhadap hama, penyakit, atau gulma baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya.

Pada sesi pertama disajikan makalah dan presentasi oleh pembicara kunci yang berasal dari BAPPENAS, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sesi-sesi selanjutnya pada hari kedua diisi dengan presentasi oleh peserta mendaftar, demikian juga dengan sesi-sesi awal hari kedua. Pada hari kedua, Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., dan Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc. masing-masing menjadi moderator sesi pertama dan sesi kedua. Ir. Yosep Seran Mau dan Ir. Jenny E.R. Markus menyajikan poster, masing-masing bertajuk Varietal resistance and yield loss caused by late leaf spot disease in local Rote and Indonesian released gGroundnut varieties. PR IV Undana juga bertugas menjadi moderator sesi terakhir hari kedua untuk melaksanakan semacam diskusi kelompok fokus untuk menghasilkan rumusan hasil pertemuan tingkat tinggi. Hasil diskusi tersebut selanjutnya akan dirumuskan lebih lanjut oleh panitia inti menjadi sejumlah kegiatan yang perlu dilaksanakan sampai tahun 2019. Pada sesi penutupan, Prof. Ian Falk, penghubung PBCRC dan Panitia, meminta agar setiap universitas anggota konsorsium memfinalisasi TLP yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Undana telah mengirimkan revisi TLP yang menjadi tanggung jawabnya dan sesuai dengan topik TLP tersebut berharap dapat membangun basisdata hama, penyakit, dan gulma untuk kemudian ditayangkan melalui website sebagai informasi bagi masyarakat yang kemudian disampaikan kepada petani dengan menggunakan layanan FrontlineSMS.

Rabu, 06 Mei 2015

Kesempatan Menyajikan Makalah pada Pertemuan Tingkat Tinggi Bilateral Australia-Indonesia '2015 Secure Food Future Summit: Biosecurity for Food Security'

Bekerjasama dengan Plant Biosecurity Cooperative Research Centre (PBCRC), Canberra, Australia, dan Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Bali, sebagai tuan rumah, Universitas Nusa Cendana bersama dengan Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah, serta Universitas Sam Ratulangi dan The Pacific Institute, Manado, Sulawesi Utara, bermitra menyelenggarakan 2015 Secure Food Futures: Biosecurity and Food Security. Pertemuan tingkat tinggi bilateral Australia dan Indonesia ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menggalang kerjasama yang lebih erat antara pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang pertanian dalam 4 tahun ke depan hingga 2019 dengan memperkuat ketahanan hayati tumbuhan (plant biosecurity) melalui pengembangan jejaring kerjasama ketahanan hayati global. Pertemuan tingkat tinggi tersebut akan diselenggarakan di Kopertis Wilayah VIII, Jalan Trengguli, Banjar Tembau, Penatih, Denpasar, Bali, pada 21-22 Mei 2015.

Pertemuan tingkat tinggi bilateral tersebut diharapkan merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dirintis sejak 2008 dengan melakukan penelitian mengenai berbagai aspek ketahanan hayati di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada dosen dan aparat pemerintah daerah untuk melanjutkan studi pada tingkat S2 dan S3 di perguruan tinggi di Australia dan Indonesia. Sebagai kelanjutan dari kerjasama tersebut, pertemuan bilateral tingkat tinggi kali ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen kebijakan berbasis penelitian yang disebut ‘Thought Leadership Paper’. Dokumen ini akan memberikan kerangka strategi bagi penguatan ketahanan hayati pertanian di Indonesia, khususnya pengembangan jejaring ketahanan hayati pertanian kawasan timur Indonesia. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kerjasama bilateral strategis bagi pemerintah Australia dan pemerintah Indonesia dalam bidang ketahanan hayati dan ketahanan pangan yang diharapkan akan berlangsung sampai pada 2018 melalui kegiatan penelitian yang akan didukung oleh PBCRC. Informasi mengenai latar belakang pertemuan tingkat ini dapat diperoleh dari Kerangka Acuan Kegiatan.


Thoght Leadership Paper tersebut akan disusun bersama oleh seluruh universitas anggota konsorsium dengan tugas khusus setiap universitas sebagai berikut:
  • Universitas Nusa Cendana: prakarsa ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kemampuan memberikan peringatan dini (early warning) dan melakukan deteksi efektif (effective detection) dalam menghadapi ancaman ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan, silahkan unduh dan baca abstrak;
  • Universitas Kristen Satya Wacana: integrasi kebijakan yang berkaitan dengan ketahanan hayati (biosecurity policy integration) antar sktor pemerintahan, khususnya kebijakan mengenai karantina;
  • Universitas Sam Ratulangi: kaitan antara keanekaragaman hayati (biodiversity) dengan ketahanan hayati dalam mengamankan pangan dalam jangka pendek dan jangka panjang, khususnya guna mengurangi kehilangan hasil sepanjang rantai produksi dan distribusi pangan; dan
  • Universitas Mahasaraswati: pengembangan ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan melalui pendidikan dan latihan (education and training).

Berkaitan dengan tugas khusus tersebut, peserta asal Provinsi Nusa Tenggara Timur diharapkan menyesuaikan topik makalah presentasi oral dan posternya dengan topik yang dialokasikan untuk Universitas Nusa Cendana, yaitu ilmu dan teknologi yang diperlukan untuk melakukan peringatan dini dan deteksi efektif. Peringatan dini berkaitan dengan teknik dan peralatan untuk melakukan identifikasi organisme yang menimbulkan ancaman baru terhadap ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan serta teknik dan peralatan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan secara cepat oleh pihak yang berwenang. Pada pihak lain, deteksi secara cepat berkaitan dengan teknik dan peralatan yang diperlukan untuk melakukan pemantauan dan identifikasi organisme, baik yang lama maupun baru, yang menimbulkan masalah ketahanan hayati, keanekaragaman hayati, dan ketahanan pangan.


Pertemuan tingkat tinggi tersebut menghadirkan pejabat tinggi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai penyaji kunci (keynote speakers). Pertemuan tingkat tinggi bilateral ini terbuka bagi umum, khususnya bagi kalangan yang bertanggung jawab dalam bidang ketahanan hayati (misalnya karantina pertanian), kalangan pengambil kebijakan dalam bidang pertanian, peternakan, kelautan, kehutanan, dan perdagangan, serta dosen, peneliti, dan praktisi dalam bidang pertanian, peternakan, kelautan, kehutanan, dan pariwisata untuk menyajikan hasil penelitian melalui presentasi oral maupun poster. Untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai pertemuan tingkat tinggi tersebut, silahkan unduh brosur. Untuk menyiapkan makalah dan slide presentasi, silahkan unduh dan gunakan panduan penyiapan makalah dan slide presentasi, sedangkan untuk menyiapkan poster, silahkan unduh dan gunakan panduan penyiapan poster. Penyajian makalah melalui presentasi oral atau poster dikenakan biaya Rp 500.000,- yang untuk pembayarannya silahkan menghubungi panitia.

Informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tingkat tinggi bilateral ini dapat diperoleh dari Panitian Penyelenggara. Silahkan hubungi Agus Pramerta melalui ponsel 081805464183 atau email putuagus1708@gmail.com untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyiapan makalah, abstrak, dan slide presentasi oral dan menghubungi Agus Wahyudi melalui ponsel 08174721297 atau email salasa.gm@gmail.com untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyiiapan poster dan pemasukan abstrak poster. Pemasukan abstrak makalah presentasi oral dan abstrak poster diperpanjang sampai 20 Mei 2015. Untuk yang berada di Kupang dan sekitarnya, informasi lebih lanjut dapat diperoleh dari Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Undana melalui email pr4@undana.ac.id atau dari Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., melalui ponsel 081392990010 atau email yosepmau@yahoo.com, dari Ir. Jenny E.R. Markus, M.App.Sc., melalui ponsel 0811384056 atau email jenny_erm@yahoo.com, dan dari Remi L. Natonis, SP, MSi., melalui ponsel 085253278499 atau email remi.natonis@gmail.com.

Bagi Anda yang berada di Kota Kupang dan sekitarnya, silahkan masukkan abstrak makalah atau abstrak poster melalui kotak MediaFire FileDrop di bawah ini:


Kami akan membantu mengirimkan file yang kami terima kepada Panitia Penyelenggara sesuai dengan batas waktu penerimaan file yang telah ditetapkan.

Minggu, 03 Mei 2015

Rektor dan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Menghadiri Simposium Tambang Rakyat dan Tambang Skala Kecil di Charles Darwin University

Rektor Undana Prof. Fred Benu dan Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Alumni Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., diundang menghadiri Symposium & Senior Visit for the GPFD Artisanal and Small-scale Mining for Development in Eastern Indonesia yang diselenggarakan oleh Charles Darwin University di Darwin, Northern Teritorry, pada 28 April sampai 1 Mei 2015. Rektor Undana diundang dalam kapasitas Undana sebagai anggota tim inti penelitian tambang rakyat dan tambang sekala kecil yang didanai oleh GPFD (Government Partnership for Development). GPFD merupakan skema bantuan Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade kepada negara-negara sedang berkembang. Selain Undana, anggota tim inti penelitian yang dikoordinasikan oleh Charles Darwin University tersebut adalah Australian National University (ANU), Canberra, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Nusa Tenggara Timur (BLHD Prov. NTT), Kupang, dan Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari. Selain dihadiri anggota inti, simposium tersebut juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan di lokasi penelitian, di antaranya Kepala Dinas Pertambangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati Kupang Provinsi NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kepala BLHD Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, dan perwakilan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) dan LSM BaliFocus.

Keberangkatan Rektor dan Pembantu Rektor IV dalam simposium tersebut sepenuhnya dibiayai oleh melalui anggaran penelitian. Rencananya Rektor dan Pembantu Rektor IV berangkat pada 27 April 2015 pagi dengan penerbangan Wings Air, tetapi karena berangkat terlalu pagi dan harus transit, maka keberangkatan dialihkan dengan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia. Namun ternyata penerbangan Garuda Indonesia pagi hari dibatalkan sehingga baru bisa berangkat dengan penerbangan Garuda Indonesia siang hari dengan transit cukup lama di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Akibatnya, penerbangan tidak bisa dilanjutkan karena penerbangan AirAsia Indonesia Denpasar-Darwin berangkat pukul 13.30 ketika penerbangan Garuda baru tiba di Denpasar. Karena keterlambatan disebabkan oleh pihak Garuda Indonesia maka penerbangan ke Darwin dilanjutkan dengan menggunakan penerbangan Jetstar dengan biaya dari Garuda Indonesia. Rektor dan Pembantu Rektor IV tiba di Darwin menjelang tengah malam dan langsung menuju penginapan Travelodge Mirambeena Resort.



Acara simposium dilaksanakan sehari pada 28 April 2015 di Ruang Orange 12, Chancellor Building, Charles Darwin University, dibuka oleh Deputy Vice-Chancellor Prof. Sharon Bell didampingi oleh Director, Risearch Institute for the Environment and Livelihoods Prof. Andrew Campbell, dan First Secretary, Indonesian Consulate, Bapak Ardian Nugroho. Dalam pidatonya, Deputy Vice Chancellor Prof. Sharon Bell menggaris bawahi pentingnya hubungan kerjasama antara CDU dan universitas-universitas di kawasan Indonesia Timur, khususnya dengan Undana dan UHO. Acara pembukaan dilanjutkan dengan presentasi oleh para delegasi. Pada sesi presentasi tersebut dibagikan cetakan Bab 1 buku monograf elektronik gratis "My Country, Mine Country: Indigenous people, mining and development contestation in remote Australia" (Negeriku Negeri Tambang: Kontestasi orang asli, pertambangan, dan pembangunan di babian terpencil Australia) oleh Benedict Scambary, terbitan Australian National University ePress, yang oleh peserta simposium diplesetkan menjadi "Mining is Mine, Not Yours" (Tambang adalah Milikku, Bukan Milik Kamu". Pada kesempatan tersebut Rektor dan Pembantu Rektor Undana mempresentasikan hasil penelitian survei cepat di DAS Noelmina dan hasil penelitian pendahuluan di DAS Tilong dengan judul Managnese mining in West Timor: Impacts and response opportunities. Simposium diakhiri dengan aling tukar cindra mata dan foto bersama di Indonesian Garden, taman Indonesia yang terletak bersebelahan dengan Chancellor Building.


Kunjungan lapangan dilakukan pada 29 April 2015 di tiga lokasi, yaitu Rum Jungle Uranium Mining, Finn Road Gravel Extraction, dan Girraween Road Sand Extraction. Sebelum melakukan kunjungan, terlebih dahulu peserta menerima penjelasan mengenai lokasi tambang uranium Jungle Rum oleh Petter Waggitt, Director of Mining Compliance, Department of Mines and Energy. Peter Waggit menjelaskan sejarah penemuan tambang uranium Rum Jungle dan upaya rehabilitasinya yang ternyata memerlukan biaya yang sangat besar.


Tambang uranium Rum Jungle memproduksi uranium untuk persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Inggris selama 1954-1971. Semula direncanakan sebagai tambang bawah tanah, tetapi karena kesulitan teknis, diubah menjadi tambang terbuka. Tambang dimiliki oleh pemerintah Australia melalui Australian Atomic Energy Commission (AAEC, sekarang Australian Nuclear Science and Technology Organisation, ANSTO) dan dioperasikan oleh anak perusahaan tambang global Rio Tinto ketika itu, Territory Enterprises Pty Ltd (TEP). Karena perusahaan yang mengoperasikan tambang menolak bertanggung jawab melakukan reklamasi, bekas tambang uranium ini menimbulkan pencemaran lingkungan paling parah di Australia. Pencemaran parah terjadi karena struktur geologi lokasi tambang berbatuan pirit yang mudah teroksidasi ketika terbongkar, menyebabkan terjasi oksidasi sulfida, melepaskan asam yang mempercepat menghancurkan batuan dan melepaskan logam berat ke dalam aliran anak-anak di wilayah Timur DAS Finniss. Reklamasi yang dilakukan pada 1977 dengan biaya A$ 16,2 juta, tetapi ternyata kurang berhasil sehingga perlu kembali dilakukan reklamasi pada 1990 yang menghabiskan biaya A$ 1,8 juta. Rektor Undana tidak berkesempatan menghadiri kunjungan lapangan karena harus terbang meninggalkan Darwin untuk menghadiri pertemuan penting dengan ACIAR di Jakarta.



Setelah makan siang, kunjungan dilanjutkan ke lokasi reklamasi tambang pasir dan batu Finn Road dan reklamasi tambang pasir Girraween Road. Penjelasan mengenai kedua lokasi tambang ini diberikan oleh Dr. Sean Belairs, dosen senior botani dan ekologi restorasi CDU. Penjelasan berkaitan dengan penelitian reklamasi dengan menggunakan jenis-jenis tumbuhan lokal yang dilakukan di lokasi tambang pasir Finn Road dan keberhasilan reklamasi di Giraween Road sebagai habitat jeni-jenis tumbuhan karnivora Utricularia. Daftar jenis-jenis tumbuhan unik ini diberikan oleh The International Carnovprous Plant Society, jenis-jenis khusus di Northern Territory disediakan oleh Northern Territory Government, dan galeri foto disediakan oleh Carnivorous Plant Photofinder.



Kegiatan pada hari ketiga, 30 April 2015, adalah menghadiri pertemuan dengan Petter Waggitt di kantor Department of Mines and Energy di dalam kota Darwin, tidak jauh dari lokasi penginapan. Pada pertemuan tersebut, dijelaskan kebijakan pemerintah berkaitan dengan tambang dan pendekatan non-formal yang dilakukan untuk meminimalisasi dampak negatif tambang. Pada siang hari dilaksanakan rapat pembahasan rencana kegiatan penelitian pada 2015, baik di Timor Barat dan di Sulawesi Tenggara. Penelitian di Timor Barat akan difokuskan di DAS Noelmina, sedangkan di Sulawesi Tenggara difokuskan di Kabupaten Bombana. Sore harinya seluruh peserta diundang menghadiri makan malam penutupan di restoran Darwin Trailler Boat Club. Hari terakhir, 1 Mei 2015 merupakan hari bebas dan rombongan dari Indonesia kembali ke Indonesia dengan penerbangan AirAsia Indonesia pada malam hari. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh PR IV Undana untuk melobi perwakilan UHO dan perwakilan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) untuk membentuk konsorsium tambang rakyat yang terdiri atas universitas, dinas pertambangan, badan lingkungan hidup daerah, dan lembaga swadaya masyarakat. Prakarsa tersebut memperoleh sambutan positif dan akan segera ditindaklanjuti sekembali di Indonesia.


Penerbangan kembali ke Indonesia ternyata ditunda karena pesawat mengalami masalah teknis sehingga harus kembali mendarat di Denpasar setelah terbang kira-kira setengah jam. Sebagian dari rombongan menunggu di ruang tunggu bandara, sebagian lagi menunggu di luar gedung Bandar Udara Internasional Darwin. Rombongan baru bisa berangkat setelah tengah malam sehingga baru tiba di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, dini hari untuk kembali melanjutkan penerbangan ke kota masing-masing setelah beristirahan beberapa jam di hotel. Rombongan dari Kupang yang terdiri atas Kepala Dinas Pertambangan Provinsi NTT Thobias Uly, Kepala BLHD Provinsi NTT Frederik Tielman, Kepala Bidang BLHD Provinsi NTT Elisabeth Ugutterbang, Bupati Kupang Dr. Ayub Titu Eki, dan PR IV Undana Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., kembali dengan penerbangan Garuda Indonesia dan tiba di Bandar Udara El Tari, Kupang, pukul 09.00 WITA.



Kamis, 14 Agustus 2014

PR IV Mewakili Rektor Membuka Secara Resmi dan Menyajikan Materi pada Seminar Dies Natalis XIII FKM Undana

Dies Natalis XIII Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana tahun 2014 dirayakan dengan mengadakan sejumlah kegiatan, di antaranya seminar sehari dengan tema "Kelurga Sehat sebagai Pilar Utama Pembangunan Bangsa". Kegiatan seminar dilaksanakan pada Rabu, 13 Agustus 2014 bertempat di gedung baru kampus FKM Undana. Rencananya, seminar sehari yang menghadirkan 4 pembicara kunci tersebut dibuka oleh Rektor, tetapi karena berhalangan, Rektor mewakilkan kepada Pembantu Rektor IV (PR IV) I Wayan Mudita untuk membuka dan sekaligus menyampaikan materi dengan judul "Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal: Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Menunjang Gizi Keluarga".

Dalam kata sambutan mewakili Rektor, PR IV menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh sivitas akademika FKM Undana yang dalam 13 tahun terakhir ini telah berkontribusi banyak terhadap pembangunan kesehatan di Provinsi NTT. Disampaikan bahwa usia 13 tahun merupakan usia menginjak remaja bagi manusia, tetapi bagi sebuah institusi pendidikan, merupakan usia yang sudah sewajarnya bisa memberikan kontribusi sesuai dengan tridharma yang diembannya. Pada kesempatan tersebut Pembantu Rektor IV juga menyampaikan selamat atas ditunjuknya Dekan FKM Dra. Engelina Nabuasa, MS, sebagai Ketua Panitia Dies Natalis 52 Undana, yang jatuh pada 1 September 2014 nanti. Perayaan Dies Natalis tersebut dilkukan dengan melaksanakan serangkaian kegiatan, di antaranya bazar dan jalan sehat yang telah dilaksanakan pada 11-13Agustus 2014.

PR IV sekaligus menggunakan kesempatan tersebut untuk menjelaskan visi universitas berwawasan global yang perlu dipahami dengan mengedepankan keunggulan lokal. Dalam kaitan dengan keunggulan tersebut, Undana telah menetapkan lahan kering kepulauan sebagai pola ilmiah pokok. Sehubungan dengan itu, PR IV meminta FKM Undana untuk memfokuskan upaya untuk mengedepankan lahan kering kepulauan sebagai jati diri dalam melaksanakan kegiatan tridharmanya. PR IV meminta FKM untuk tidak perlu terganggu dengan istilah 'lahan' karena istilah tersebut tidak hanya menyangkut tanah melainkan segala bentuk mahluk hidup yang didukungnya, termasuk manusia yang menjadi obyek FKM. Lahan kering terdapat di banyak tempat di dunia, tetapi lahan kering kepulauan hanya terdapat di kepulauan Nusa Tenggara dan pulau-pulau bagian selatan Provinsi Maluku. Dengan berfokus pada lahan kering kepulauan diharapkan FKM Undana dapat menjadi menonjol karena berbeda dari FKM di universitas-universitas lain.

Atas nama Rektor, PR IV membuka seminar dengan resmi seraya mengajak peserta untuk berperan aktif mensukseskan pelaksanaan seminar tersebut. Pembukaan langsung dilanjutkan dengan presentasi sesi pertama yang menampilkan 3 pembicara secara panel, yaitu PR IV mewakili Rektor, Dekan FKM Dra. Engelina Nabuasa, MS, dan Dr. dr. H.A. Fernandez, M.Kes. Dalam presentasinya, PR IV memaparkan kearifan lokal dalam kaitan dengan kebijakan ketahanan pangan, program ketahanan pangan dan hasilnya, serta harapan terhadap peran FKM Undana untuk mendukung penguatan gizi keluarga berfokus pada lahan kering kepulauan. Untuk itu, PR IV meminta agar FKM Undana dapat mengimplementasikan pola ilmiah pokok lahan kering kepulauan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

Dalam paparannya, PR IV menyoroti kebijakan ketahanan pangan yang memberikan apresiasi terhadap kearifan lokal dan pangan lokal. Kearifan pangan memang telah secara implisit dicantumkan dalam Undang-undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Namun kearifan lokal tersebut masih belum terjabarkan dalam Peraturan Pemerintah No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan yang masih berlandaskan pada undang-undang pangan sebelumnya. Terutama disoroti kebijakan diversifikasi pangan yang berfokus pada diversifikasi konsumsi pangan, yang menurut PR IV, cenderung meningkatkan impor pangan dan menumbuhkan kebergantungan pada pangan impor. Sehubungan dengan itu, PR IV Undana menegaskan bahwa diversifikasi konsumsi perlu didahului dengan diversifikasi produksi pangan. "Bukannya mendorong produksi pangan melalui intensifikasi komoditas tunggal semisal program 'jagungisasi', melainkan seharusnya mendorong pengembangan sistem produksi tumpangsari semisal peningkatan sistem pekarangan dan sistem perladangan", tandasnya. Diversifikasi konsumsi pangan, lanjutnya, hanya akan dapat meningkatkan konsumsi pangan lokal bila pangan lokal tersedia di pasar, bukannya pasar justru dipenuhi dengan bahan pangan impor.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites