Gerbang Kampus

Selamat datang di kampus Universitas Nusa Cendana, Kampus Baru, Jl. Adisucipto, Penfui, Kupang, NTT.

Rektorat Undana

Gedung Rektorat Undana tempat rektor, para pembantu rektor, para kepala biro dan jajarannya berkantor.

Kehidupan Kampus

Kampus Undana menyediakan fasilitas untuk mendorong mahasiswa aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek kehidupan kampus.

Praktikum Laboratorium

Undana menyelenggarakan pendidikan akademik dan pendidikan vokasi yang didukung dengan fasilitas memadai, di antaranya laboratorium.

Wisuda Sarjana dan Pascasarjana

Setiap tahun Undana mewisuda lulusan sarjana dan pascasarjana dari berbagai bidang ilmu dan pendidikan profesi.

Jumat, 24 April 2015

Undana Melaksanakan Dharma Shanti Nyepi Saka 1937: Menjaga Kebersamaan dalam Keberagaman

Tulisan Kontribusi Wayan Nampa
Sekretaris Panitia Dharma Shanti Nyepi Saka 1937 Undana

"Kita mungkin mampu mengerjakan hal-hal kecil seorang diri, tetapi hal yang lebih besar dapat kita lakukan ketika kita bersama-sama. Kebersamaan adalah hal pokok yang harus dipupuk apabila ingin melakukan hal yang lebih besar"
Prof. Fred Benu, Rektor Undana

Hanya kebersamaan membuat kita bisa menghasilkan sesuatu. Demikian salah satu kalimat yang disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fred. L. Benu, MSi., Ph.D., ketika memberikan sambutan dalam acara Dharma Shanti Nyepi Saka 1937, 16 April lalu, di Aula Universitas Nusa Cendana, Jl. Adisucipto, Fenfui. “Sebagai Universitas terbesar di NTT, Undana merupakan miniatur Indonesia. Sivitas akademika Undana berlatar belakang dari berbagai suku dan agama di Indonesia. Fluralisme di Undana harus dirajut dalam kebersamaan sehingga kita dapat menghasilkan sesuatu pada peradaban ini”, ungkap Fred Benu, sapaan akrab Rektor Undana ini. “Kita tunjukkan semangat kebersamaan dengan merayakan setiap perayaan hari keagamaan. Hari ini kita merayakan Nyepi secara bersama-sama, nanti kita merayakan Lebaran, dan Natal bersama”, lanjutnya.

Lebih jauh guru besar ekonomi pertanian ini mengungkapkan bahwa kita tidak akan menghasilkan apa-apa di dalam kesendirian, tetapi kita akan mampu mengerjakan sesuatu yang besar jika bersama-sama. "Dengan begitu kita dapat memberikan sesuatu terhadap peradaban. Peradaban Islam memberikan sumbangsihnya dalam pembangunan manusia, begitu juga peradaban Hindu dan peradaban Kristen yang juga telah mampu memberikan kontribusinya untuk kehidupan. Peradaban barat telah memberikan pengaruhnya terhadap kehidupan, bagaimana dengan peradaban Indonesia. Bagaimana dengan peradaban Indonesia dengan keberagamannya, sejauh mana akan mampu memberikan kontribusi terhadap peradaban dunia. Bagaimana kita mengelaborasi kebudayaan Jawa, Timor, Papua, Sumatra, Bali, Hindu, Kristen, Islam, dan suku bangsa lainnya menjadi satu dan memberikan sumbangsih terhadap peradaban, menjadi warna peradaban Indonesia. Dengan kebersamaan, kita mampu memberikan sumbangsih, sekecil apapun itu yang mampu, kita berikan untuk peradaban", Rektor menandaskan dalam sambutannya.

Nyepi dimaknai sebagai harmonisasi manusia dengan lingkunganny, penyucian bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (alam manusia). Antara manusia dan lingkungan alam haruslah harmonis. Ketua PHDI Provinsi NTT Drs. I G.M. Putra Kusuma, MSi., dalam sambutannya mengungkapkan, Nyepi merupakan momentum penyucian diri manusia melalui melaksanakan pantangan dan juga penyucian ‘adik-adik kita’. ‘Adik-adik kita’ yang dimaksud adalah binatang dan tumbuhan yang juga disucikan. Manusa melakukan harmonisasi dengan alam semesta sehingga keseimbangan alam tetap terjaga. Prof. Benu merasa terketuk ketika Ketua PHDI tadi mengungkapkan momentum penyucian adik-adik kita (tumbuhan dan hewan). “Pemikiran tumbuhan dan binatang tidak memiliki rasa merupakan pemikiran lama”, kata Prof. Fred Benu dalam sambutannya.

Rektor lebih lanjut menjelaskan, berbagai penelitian membuktikan bahwa tanaman dan hewan memiliki “rasa” yang ditunjukkan dengan bagaimana tanaman merespon perlakuan yang diberikan. “Dengan demikian, sudah seharusnya kita dpat berjalan secara harmonis dengan alam. Kebersamaan mengajarkan kita menerima dan memberi. Tidak saja cukup berterima kasih ketika diberikan sesuatu, tetapi bagaimana membalasnya. Kita (orang NTT) tidak memiliki kosa kata terima kasih, tetapi bukan berarti kita tidak memiliki rasa terima kasih. Orang timur memiliki kearifan lokal cara berterima kasih dengan membalas (hal baik) minimal setimpal terhadap apa yang diberikan orang kepadanya. Jadi berterima kasih tidak cukup dengan ucapan “terima kasih”, tapi bagaimana kita membalas perbuatannya dengan hal yang lebih baik lagi”, Rektor melanjutkan dalam sambutannya.


Sementara itu, Prof. Dr. I G.B. Arjana yang memberikan hikmah nyepi menyampaikan tema “Dengan Semangat Nyepi Kita Tingkatkan Kemajemukan Kampus Sebagai Penggerak Cita-Cita Mulia” sangat relevan dengan kondisi kita kini. Kondisi bangsa akhir-akhir terasa galau akibat harga BBM naik yang diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, pemalsuan berbagai produk makanan, pengoplosan minuman, penegakkan hukum yang tak kunjung tegak, kegaduhan politik. Dunia menghadapi ancaman climate change dan potensi tumbuhnya gerakan radikalisme. Tahun ini juga diadakan peringatan KAA (Konfrensi Asia Afrika) ke-60. KAA melahirkan Dasasila Bandung dan Gerakan Non-Blok. “Gebrakan Presiden Soekarno kala itu laksana membangkitkan bangsa-bangsa di dua benua (Asia dan Afrika) untuk bangkit dari tidurnya. Tetapi, kini dua benua ini kondisinya sangat ironis, mempunyai banyak sudut-sudut gelap berupa kemiskinan, tragedi kependudukan, kelaparan, dan keterbelakangan", urai Prof. Arjana dalam sambutannya.

Lebih lanjut mantan Pembantu Rektor bidang akademik Undana ini mengungkapkan adanya ancaman perubahan iklim yang direspon oleh warga dunia melalui kampanye Earth Hour (Jam Bumi), yang pada tahun ini diperingati (28/3) lalu jam 20.30-21.30 waktu setempat. Namun gemanya makin memudar. Nyepi telah ratusan tahun dirayakan dengan mematikan lampu minimal 12 jam, tidak melakukan aktivitas dan pantangan lainnya. Di pulau Bali, sepi tanpa deru mesin pabrik, knalpot kendaraan, tanpa deru mesin pesawat, dapat dilaksanakan secara masif dan konsisten karena terkait dengan perintah agama Hindu. Dikaitkan dengan konsep pemanasan global dan energi. konsep ini telah mampu melakukan penghematan yang sedemikian signifikan.

Perayaan Dharma Shanti Nyepi, Tahun Baru Saka 1937 di lingkungan Universitas Nusa Cendana dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Komang Mahayasa, MP. Perayaan dimulai dengan persiapan oleh Panitia. Acara utama dihadiri oleh kalangan pimpinan Undana, pimpinan unit, dosen, dan perwakilan mahasiswa. Acara perayaan diakhiri dengan makan siang bersama yang dihibur dengan acara live tari topeng dan tari joged bungbung. Tari joged bungbung merupakan kesenian rakyat yang penarinya menari dengan mengajak seorang penonton untuk menari bersama.



Sabtu, 07 Maret 2015

Menghijauankan Kampus: Bukan Soal Menanam Semilyar Pohon, tapi Soal Memelihara untuk Meninggalkan Jejak Sejarah

Sejak awal musim hujan 2015/2016, Undana telah melakukan penanaman pohon sebagai bbagian dari upaya untuk menjadikan kampus sebagai tempat tumbuh jenis-jenis pohon khas lahan kering kepulauan. Pagi 6 Maret 2015 kembali dilakukan penanaman, kali ini oleh Resimen Mahasiswa Mahadana. Penanaman dilakukan di seputar lapangan sepak bola, melanjutkan penanaman yang telah dilakukan oleh Rektor sebulan sebelumnya. Penanaman pohon di kampus seharusnya dikoordinasikan oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Cendana dan Arboretum Lembaga Penelitian Undana, Dr. Ir. M. Kasim, MP, tetapi karena yang bersangkutan berhalangan maka dialihkan kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lapangan Terpadu (UPT-LLT) Lahan Kering Kepulauan, Dr. Ir. Muhammad S.M. Nur, MSi, bersama dengan Resimen Mahasiswa di bawah Komandan Resimen Kristoforus Wara.

Penanaman pertama dilakukan oleh Rektor bersama dengan mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Undana yang dikoordinasikan oleh dosen kehutanan Nixon Rammang, SHut., MSi. Rektor menanam anakan beringin Ficus benjamina sumbangan suami-istri David Fina-Indah Setyawati, pencinta pohon lokal Timor. Rektor melakukan penanaman setelah mengikuti rapat di Bank NTT, di mana beliau menjabat sebagai komisaris independen. Penanaman diikuti oleh para pembantu rektor, kecuali Pembantu Rektor I yang pada saat itu berhalangan, Kepala Puslitbang Cendana dan Arboretum, dan Kepala LLT Lahan Kering Kepulauan. Pada kesempatan tersebut Rektor kembali menegaskan program penghijauan kampus dengan menanam jenis-jenis pohon lokal untuk menjadikan kampus Undana bukan hanya hijau, tetapi menjadi lokasi konservasi ex situ bagi berbagai jenis pohon hutan kering. Rektor menyampaikan agar anakan bukan hanya ditanam tetapi juga dipelihara sampai benar-benar hidup. Menurut Rektor, menanam memang perlu, tetapi di lahan kering seperti di NTT, memelihara anakan yang telah ditanam juga sangat penting, terutama pada musim kemarau, sehingga anakan bisa bertahan dari kekeringan dan dari ancaman kebakaran.



Penanaman kedua pada 7 Maret 2015 dilakukan bersama dengan Resimen Mahasiswa Mahadana yang dihadiri pula oleh BEM Undana, melanjutkan penanaman pertama di sekeliling lapangan sepak bola. Penanaman dilakukan pada lubang tanam yang telah digali pada hari sebelumnya dan dilanjutkan dengan menanam pada lubang yang baru digali. Lubang dan jarak tanam ditentukan secara teknis oleh UPT-LLT Lahan Kering Kepulauan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan terhadap anakan yang ditanam pada penanaman pertama untuk mengganti anakan yang mati. Rektor berhalalangan hadir pada penanaman kedua ini karena baru kembali dari Jakarta pada malam sebelumnya. Pembantu Rektor IV yang hadir pada kesempatan tersebut kembali menyampaikan bahwa penanaman pohon dilakukan bukan hanya untuk menghijaukan kampus, tetapi juga sekaligus untuk menjadikan kampus sebagai lokasi pelestarian ex situ bagi jenis-jenis pohon hutan kering NTT. Pembantu Rektor IV juga menyampaikan bahwa melakukan penghijauan sebenarnya bukan hanya soal menanam semilyar pohon, tetapi soal memelihara anakan pohon yang ditanam sampai benar-benar hidup.


Pada kesempatan penanaman kedua tersebut Pembantu Rektor IV berkesempatan memperkenalkan vegetasi lokal yang terdapat di Undana, di antaranya pohon kabesak (Acacia leucophloea (Roxb.) Willd.), masi (Bauhinia malabarica Roxb.), dan kom (Ziziphus mauritiana Lam.), perdu koleng susu (Calotropis procera (Aiton) W.T. Aiton), dan tumbuhan merambat dan melilit putri malu merambat (Mimosa diplotricha Sauvale) dan buah putri (Passiflora foetida L.). Di antara jenis pohon lokal, kom mempunyai tajuk melebar membulat tanpa menggugurkan daun pada musim kemarau sehingga sangat cocok untuk menjadi pohon peneduh. Kabesak merupakan pohon bersosok besar dan tinggi dengan percabangan yang membentuk tajuk yang menyerupai payung. Masi bertajuk tidak beraturan, tetapi daunnya juga tidak gugur pada musim kemarau. Koleng susu, putri malu merambat, dan buah putri merupakan tumbuhan yang tumbuh pada lahan terganggu dan berpotensi menggulma.



Setelah selesai melakukan penanaman dilakukan peninjauan ke lokasi penanaman cendana yang akan dilakukan oleh resimen mahasiswa dan oleh BEM/BLM. Penanaman cendana menjadi sangat penting karena cendana merupakan pohon endemik NTT yang namanya menjadi nama universitas. Penanaman cendana direncanakan akan dilakukan pada lokasi di depan lapangan sepak bola yang berhadapan dengan pertigaan jalan menuju ke gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat dan ke gedung Pascasarjana Undana yang pada saat ini ditumbuhi oleh pohon gamal. Pembantu Rektor IV menyampaikan bahwa gamal sebenarnya merupakan pohon perintis sehingga setelah berhasil memperbaiki kondisi mikro maka pohon tersebut seharusnya diganti dengan jenis-jenis pohon lain. "Jangan sampai orang mengolok-olok kita dengan sebutan Universitas Nusa Gamal, Unaga, karena membiarkan pohon gamal memenuhi kampus", kata Pembantu Rektor IV bergurau. Peninjauan ke lokasi penanaman diakhiri dengan menetapkan kesepakatan bahwa penyiapan lokasi akan dilaksanakan pada hari Rabu, 18 Maret 2015 dan pada hari Jumlat, 20 Maret 2015, bersama-sama dengan resimen mahasiswa dan BEM/BLM Undana.


Penanaman pohon akan dilakukan secara bertahap pada berbagai lokasi lainnya pada setiap musim hujan. Pada musim hujan tahun ini dilakukan pembibitan anakan pohon lokal di rumah pembibitan yang dibangun oleh UPT-LLT Lahan Kering Kepulauan.

Rabu, 18 Februari 2015

Mewakili Rektor Undana Mendampingi Kunjungan Sekretaris Umum Panitia Nasional SNMPTN 2015 dan Panitia Pusat SBMPTN 2015 Berkunjung ke Universitas Timor (Unimor) di Kefamenanu

Sekretaris Umum Panitia Nasional SNMPTN 2015 dan Panitia Pusat SBMPTN 2015, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, SE, MA, berkunjung ke Universitas Timor (Unimor) pada 17 Februari 2015. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pemantauan kesiapan Unimor untuk menyelenggarakan SNMPTN 2015 dan SBMPTN 2015 dengan dukungan Universitas Nusa Cendana (Undana). Kunjungan tersebut didampingi oleh Pembantu Rektor IV Undana, Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D., mewakili Rektor Undana yang pada waktu tersebut berhalangan. Prof. Werry Darta Taifur, yang juga adalah Rektor Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, tiba di Kupang Senin, 16 Februari 2015 malam dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan disambut di bandara El Tari oleh Rektor Undana Prof. Ir. Fredrik L. Benu, MSi., Ph.D., PR I Dr. David B.W. Pandie, MS, dan PR IV Undana.




Perjalanan ke Unimor di Kefamenanu, ibukota Kabupaten Timor Tengah Utara, ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan mobil dinas Rektor Undana, berangkat dari Kupang sekitar pukul 07.30 WITA dan tiba sekitar pukul 11.00 WITA. Rombongan diterima di Gedung Rektorat Unimor oleh PR I, PR II, dan Karo BAAKPSI Unimor. Rektor Unimor sedang berada di Jakarta karena dipanggil oleh Menteri Sekretaris Negara. Dalam diskusi tersebut, Prof Werry Darta Taifur menanyakan beberapa hal berkaitan dengan kesiapan Unimor menyelenggarakan SBMPTN 2015, di antaranya berkaitan dengan ruang panitia lokal, keamanan soal seleksi, tempat penelenggaraan seleksi, dan kesiapan website Unimor. Yang menjadi perhatian adalah keamanan ruang penyimpanan soal. PR I Unimor menjelaskan hal-hal yang telah diisiapkan dalam kaitan dengan pelaksanaan SBMPTN 2015 oleh Unimor, khususnya berkaitan dengan upaya untuk menjaga keamanan soal.



Setelah melakukan diskusi mengenai kesiapan Unimor melaksaanakan SNMPTN 2015 dan SBMPTN 2015 di Ruang Kerja Rektor Unimor, Prof. Werry Darta Taifur didampingi oleh PR IV Undana dan pimpinan Unimor melakukan peninajauan ruang kelas di kampus Unimor dan ruang kelas SMA/SMK yang direncanakan sebagai ruang pelaksanaan SBMPTN 2015. Karena seleksi akan dilaksanakan di beberapa lokasi terpisah, Prof. Werry Darta Taifur meminta agar pihak Unimor menginformasikan peta lokasi pelaksanaan seleksi melalui website. Juga disampaikan agar setiap ruang kelas ditata sedemikian rupa sehingga mampu menampung 20 peserta masing-masing dengan kursi dan meja sendiri. Kunjungan diakhiri dengan jamuan makan bersama di restoran padang setempat disertai dengan saling serah cindra mata. Sebelum meninggalkan Kefamenanu sekitar pukul 14.30, Prof Werry Darta Taifur menyempatkan diri melakukan solat di mesjid setempat. Perjalanan kembali ke Kupang terkendala hujan lebat pada ruas Niki-niki-Soe sehingga baru tiba di Kupang sekitar pukul 17.30.

Sesampai di Kupang, Prof. Werry Darta Taifur menyempatkan diri untuk melihat-lihat kampus Undana, khususnya gedung Rektorat. Beliau sempat masuk ke dan duduk di ruang kerja PR IV, sebelum meninjau gedung Pascasarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, dan Gedung Rektorat Lama Undana. Pada sekitar pukul 19.00, Prof. Werry Darta Taifur menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Rektor Undana di Restoran Nelayan sekaligus melakukan penyerahan cindra mata kepada Rektor Undana. Prof. Werry Darta Taifur kembali ke Jakarta ke Padang pada 18 Februari 2019 pagi hari.


Minggu, 08 Februari 2015

Rektor Undana Menerima Kunjungan Dir Belmawa Dr. Ir. Illah Sailah, MS

Rektor Undana menerima kunjungan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Dr.Ir.Illah Sailah, MS, pada Minggu siang, 8 Februari 2015. Rektor menjemput Dir Belmawa dengan didampingi PR I Dr. David B.W. Pandie, MS, PR III Prof. Simon Sabon Ola. dan PR IV Ir. I Wayan Mudita, M.Sc., Ph.D. Dari Bandara, Dir Belmawa yang didampingi oleh Kasubdit Kemahasiswaan Dr. Widyo Winarso, dengan dihantar Rektor dan rombongan, langsung menuju gedung Fakultas Kedokteran untuk melakukan rapat mengenai Proyek Health Professional Education Quality (HPEQ) dan mengenai agenda lainnya, yaitu akreditasi program studi dan program Bidik Misi. Rapat didahului dengan jamuan makan siang bersama yang diadakan oleh Dekan Fakultas Kedokteran.

Rapat dimulai dengan pemaparan Proyek HPEQ Undana oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dilanjutkan dengan dikusi mengenai akreditasi program studi dan diskusi mengenai program Bidik Misi. Menurut Dekan, Proyek HPEQ sangat bermanfaat bagi Fakultas Kedokteran. Dir Belmawa menyampaikan terima kasih atas kerja keras tim pelaksana proyek sehingga berhasil memperoleh capaian yang sangat baik. Seusai mendiskusikan akreditasi program studi dan program Bidik Misi, Dir Belmawa mengunjungi fasilitas Fakultas Kedokteran yang diadakan melalui Proyek HPEQ, sebelum kemudian melakukan peninjauan lapangan untuk melihat rencana pemisahan kampus Undana dari kampus Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan kampus Politeknik Negeri Kupang (Politani Negeri Kupang) dengan berjalan kaki. Di depan gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dir Belmawa sempat beristirahat sejenak untuk foto bersama.


Di depan kampus PNK, Rektor Undana menjelaskan rencana akses ke kampus PNK dengan melalui jalan permukiman di sebelah Utara pagar batas kampus Undana. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke arah kampus Politani Negeri Kupang. Sebelum mencapai kampus Politani Negeri Kupang, Rektor kembali menjelaskan akses menuju kampus Fakultas Kedokteran Hewan Undana melalui jalan di antara kampus PNK dengan kampus Politani Negeri Kupang. Selanjutnya rombongan berjalan kaki menuju ke akses masuk kampus Politani Negeri Kupang melali jalan lingkar luar dari arah belakang kampus Politani Negeri Kupang saat ini.


Seusai meninjau kampus, Dir Belmawa melanjutkan kunjungan ke Panti Asuhan Roslin yang terletak di belakang kampus di seberang jalan lingkar luar. Panti asuhan ini dikelola oleh seorang mantan pilot dan pramugari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Kapten Budi dan Ibu Peggy. Kapten Budi merupakan penerima penghargaan CNN Tribute to Heroes 2009. Sesampai di panti asuhan tersebut, ternyata ibu pengelola panti sedang tidak berada di tempat sehingga Dir Belmawa bertemu hanya dengan anak-anak yang sedang menunggu giliran mandi sore. Dir Belmawa berbincang dengan beberapa orang anak panti asuhan sebelum kemudian anak-anak panti asuhan menyanyikan lagu selamat datang. Dir Belmawa juga bertemu dengan penghuni panti yang sekarang menjadi mahasiswa Fakultas Kedolteran Undana.


Sebelum meninggalkan panti, Dir Belmawa menyerahkan sejumlah bingkisan kepada panti. Dir Belmawa akan kembali ke Jakarta pada Senin, 9 Agustus 2015.

Kamis, 15 Januari 2015

Undana Berupaya Memperoleh Dana Hibah Pengetahuan Hijau MCAI-Indonesia Melalui Konsorsium Lahan Sub-Optimal

Untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi, Pemerintah Republik Indonesia dan Amerika Serikat, melalui Millennium Challenge Corporation (MCC), menandatangani Perjanjian Compact pada 19 November 2011. Sebagai tindak lanjut dari penandatangan perjanjian tersebut, dibentuk Millennium Challenge Account – Indonesia (MCA-I) untuk mengelola dan mengawasi penerapan Program Compact yang bertujuan mendukung tujuan pembangunan Pemerintah Indonesia melalui tiga proyek, yaitu (1) Proyek Modernisasi Pengadaan, (2) Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting, dan (3) Proyek Kemakmuran Hijau. Proyek Kemakmuran Hijau, terbesar dari tiga proyek Compact, memiliki kegiatan yang disebut Pengetahuan Hijau.

MCA-Indonesia, melalui Kegiatan Pengetahuan Hijau, menawarkan hibah untuk kegiatan yang akan berinvestasi dalam proyek-proyek yang terkait dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan teknis, pengumpulan dan penyebaran pengetahuan yang berhubungan dengan satu (atau lebih) isu utama Kemakmuran Hijau (energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian berkelanjutan). Untuk memperoleh calon penerima hibah potensial, MCA - Indonesia menyampaikan Undangan Pernyataan Minat (Call for Expression of Interest, CfEOI) yang mencakup dua kategori hibah, yaitu (1) Hibah Peningkatan Keterampilan Tenaga Kerja Berwawasan Lingkungan dan (2) Hibah untuk Pengumpulan dan Penyebaran Pengetahuan Hijau. Bagi kedua kategori hibah tersebut, MCA-Indonesia memberikan dana hibah dalam kisaran nilai USD 200.000 sampai USD 4.000.000 untuk setiap proyek. Seluruh kategori memiliki persyaratan pendanaan bersama. Penjelasan rinci tentang persyaratan pendanaan bersama dapat ditemukan di dalam paket dokumen lengkap Undangan Pernyataan Minat.


Untuk menangkap peluang memperoleh dana hibah tersebut, Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara melaksanakan pertemuan di Sekretariat Konsorsium, Kampus Unram, Mataram, NTB, pada 8 Januari 2015. Pertemuan tersebut, selain dihadiri oleh perwakilan anggota konsorsium, juga dihadiri olehn Prof. Poppy Ismalina Ph.D., Associate Director of Green Knowledge, Green Prosperity Project MCA-I, dan 2 staf MCA-I, yaitu Ir. Nunung Nuryartono, Ph,D dan Ir. Iqbal, Ph.D. Pertemuan menyepakati untuk menyiapkan proposal bersama yang diawali dengan penyusunan konsep proyek (concept note) setebal sekitar 10 halaman sebagai bagian dari syarat pernyataan minat yang juga memuat surat pengantar dan gambaran umum konsorsium. Konsep proyek  memuat latar belakang dan tujuan pembentukan konsorsium yang disipakan oleh Sekretariat Konsorsium yang akan dilengkapi dengan: (1) daftar hasil identifikasi pengetahuan-pengetahuan lokal dan (2) daftar inventarisasi hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan di setiap universitas. Konsep proyek diharuskan memperhatikan persyaratan pendanaan bersama dengan menyertakan dana padanan dalam bentuk tunai maupun in-kind. Kontribusi in-kind meliputi: (1) sumbangan jasa, termasuk dedikasi waktu relawan dalam proyek; (2) donasi materi; (3) donasi atau pinjaman peralatan; (4)  donasi atau pinjaman ruang yang tidak dimiliki oleh penerima; (5) materi, peralatan yang dibeli khusus untuk proyek; (6) biaya sewa untuk peralatan dan ruang; (7) kontrak jasa; (8) gaji penerima; dan (9) asset tetap yang dimiliki penerima.

MCA-I menetapkan bahwa pelaksanaan Hibah Pengetahuan Hijau harus dilakukan di wilayah fokus MCA-I yang mencakup provinsi-provinsi Jambi (kabupaten-kabupaten Muaro Jambi, Merangin, Kerinci, dan Tanjung Jabung Timur), Sulawesi Barat (kabupaten-kabupaten Mamuju dan Mamasa), Nusa Tenggara Timur (kabupaten-kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Timur), dan Nusa Tenggara Barat (kabupaten-kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara). Mengingat wilayah fokus pelaksanaan tersebut tidak seluruhnya merupakan lahan kering maka keikutsertaan Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara dalam program hibah tersebut dilakukan melalui konsorsium yang lebih besar, yaitu Konsorsium Lahan Sub-Optimal yang juga mencakup Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai koordinator, Universitas Jambi (Unja), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Partisipasi Konsorsium Lahan Kering Bali-Nusa Tenggara dalam program hibah MCA-I tersebut selanjutnya akan dilakukan melalui konsorsium yang lebih besar tersebut.


Pelaksanaan Pertemuan Konsorsium di Unram tersebut selanjutnya ditindaklanjuti dengan kunjungan perwakilan MCA-I ke Undana pada 12 Januari 2015. Dalam kunjungan tersebut,  Prof. Poppy Ismalina Ph.D., selaku Associate Director of Green Knowledge, Green Prosperity Project MCA-I, kembali memaparkan program hibah Pengetahuan Hijau. Paparan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan teknis seputar penyiapan konsep proyek antara Ir. Nunung Nuryartono, Ph,D, dan Ir. Iqbal, Ph.D. yang mewakili MCA-I dan Dr. Muhammad S.M. Nur yang mewakili Undana. Untuk menindaklanjuti pertemuan konsorsium di Unram dan kunjungan perwakilan MCA-I ke Undana tersebut, PR IV Undana telah menggelar rapat yang menghadirkan utusan fakultas, lembaga penelitian, lembaga pengabdian pada masyarakat, dan program pascasarjana, dengan Laboratorium Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan (LLTLKK) sebagai unit pelaksana teknis. Dalam pertemuan yang dipimpin oleh PR IV tersebut, Dr. Muhammad S.M. Nur selaku Kepala LLTLKK memaparkan program hibah Pengetahuan Hijau dari MCA-Indonesia melalui konsorsium kepada peserta pertemuan sebagai bentuk sosialisasi sebagaimana yang telah disepakati dalam pertemuan konsorsium sebelumnya di Unram.

Beberapa catatan kritis disampaikan oleh peserta rapat, di antaranya mengenai posisi Undana dalam konsorsium dan pengajuan catatan proyek kepada MCA-I tanpa melalui konsorsium. Seorang peserta rapat menggarisbawahi perlunya aturan yang jelas agar keikutsertaan Undana dalam konsorsium tidak hanya sekedar sebagai pelaksana proyek, tetapi juga harus ikut menentukan pengelolaan pelaksanaan proyek. Mengenai pengajuan catatan proyek tanpa melalui konsorsium, seorang peserta menyampaikan bahwa hal tersebut dimungkinkan sesuai dengan ketentuan Hibah Pengetahuan Hijau. Menyikapi catatan kritis tersebut disepakati bahwa untuk menjamin agar Undana berperan bukan sekedar sebagai pelaksana proyek, perlu terlebih dahulu dibuat nota kesepakatan yang mengatur peran setiap anggota konsorsium. Pengajuan catatan proyek tanpa melalui konsorsium lahan sub-optimal dapat dilakukan melalui setiap unit di lingkungan Undana, tetapi pengajuan secara resmi oleh Undana akan dilakukan melalui konsorsium tersebut. Perwakilan fakultas, lembaga penelitian, lembaga pengabdian pada masyarakat, dan program pascasarjana akan menyampaikan kepada dosen yang berminat berpartisipasi untuk menyampaikan topik atau judul, lokasi, tujuan, prakiraan pendanaan, dan waktu pelaksanaan pada 19-23 Januari 2015 untuk kemudian akan dirangkum dan disampaikan kepada sekretariat konsorsium pada 26 Januari 2015 untuk memenuhi ketentuan batas waktu pengiriman yang ditetapkan oleh MCA-I.

Informasi lebih lanjut mengenai Program Hibah Pengetahuan Hijau dapat diperoleh dari website MCA-I atau dengan mengugungi MCA-I melalui email. Informasi yang berkaitan dengan kewajiban Undana untuk mengidentifikasi pengetahuan lokal dan menyusun daftar hasil penelitian terkait yang dapat ditanyakan melalui kotak komentar di sebelah bawah tulisan ini.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites